Tuesday, November 14, 2017

PENGALAMAN SNMPTN

Saya termasuk murid dari sekolah SMA negri yang terfavorit dikota saya, namun sayangnya kota saya adalah kota dengan peringkat terakhir di jawa tengah. Jadi intinya sekolah saya nggak bagus bagus amat. Tapi akreditasinya alhamdulillah masih A. jadi sma saya mendapat kuota sebagai peserta SNMPTN sebanyak 50 %, karena waktu itu peraturannya seperti itu. Nggak tau kalo sekarang gimana, cek aja deh di web SNMPTN resmi ya. pendaftaran pertama adalah tahapan kita dinyatakan lulus kuota sebagai peserta SNMPTN apa enggak. Yang dipakai adalah nilai dari semester 3,4,5. Dan yang meringkat itu panita pusat, bukan pihak sekolah. Jadi panitia pusat mengambil 50% peringkat teratas di sekolah kita. Entah bagaimana sistemnya, aku juga nggak tau. Entah pakai rata-rata atau mementingkan nilai peminatan atau bagaimana aku juga nggak paham. Soalnya ada temenku yang waktu kelas 12 semester 1 peringkatnya 15 dikelas malah lolos, sedangkan yang peringkat 13 dikelas malah nggak lolos, banyak-banyak berdoa aja intinya yaaaaa.
                Nggak usah takut, serangkaian pendaftaran ini dibantu dan dipandu oleh sekolah kok. Jadi sekolah yang akan mengkoordinir semuanya. Kita tinggal ngikutin alurnya. Ketika pengumuman dinyatakan lolos apa enggaknya jadi peserta SNMPTN, aku udah PD banget kalo aku bisa dinyatakan LOLOS. Aku di sekolah dapet peringkat kalo nggak 7,8,9,10 ya 11 paling jelek 11. Dan bener ternyata aku LOLOS sebagai peserta SNMPTN. Jadi ketika kita log in menggunakan nisn dan password, jika kita bisa masuk ke halaman selanjutnya yang bertampilkan data kita maka kita dinyatakan lolos sebagai peserta SNMPTN dan mengikuti tahapan selanjutnya, namun jika ketika kita log in dan ada tulisan merahnya “maaf, silahkan mengikuti SBMPTN” kalo nggak salah tulisannya gitu aku lupa, dan nggak bisa masuk ke halaman selanjutnya maka kita dinyatakan tidak lolos SNMPTN dan disarankan untuk langsung mengikuti SBMPTN, intinya kita nggak bisa ikut jalur SNMPTN.
               Tahap pengisisan berkas, kita dikasih waktu lama. Juga buat memantapkan hati kita mau milih univ mana, jadi kita dikasih 3 pilihan jurusan di suatu universitas negri di Indonesia. Liat ketentuannya di web resmi SNMPTN. Dan juga masukin rapot semester 1,2,3,4, dan 5. Saat pengisisan jurusan, aku bener- bener bingung banget. Terlalu banyak pilihan yang ada, dan aku juga masih nggak tau minat dan bakatku dimana. Cara mengatasinya, kita tinjau dulu suka itung-itungan apa enggak, lebih suka mikir apa logika. Dari situ aku menyimpulkan dan memilih jurusan. Dari awal aku sudah bertekad masuk ITS dan jurusannya akhirnya aku menentukan STATISTIKA, karena sesuai dan prospeknya bagus banget. Dan juag jurusan statistika no 1 di Indonesia adalah ITS saat itu. Untuk pilihan kedua dan ketiga aku masih bingung lagi. Karena aku cuma mau di ITS, akhirnya pilihan kedua aku jatuh di geofisika ITS tapi belum aku finalisasi, aku masih mikir-mikir lagi. Nah disini tempat kita diuji.  banyak banget omongan dari temen ku, di bilang kalua kita Cuma milih satu dari 3 pilihan yang diberikan maka peluangnya besar buat keterima, soalnya pengalaman kakak kelas dulu ada dua anak yang daftar prodi sama namun salah satu anak hanya memilihi prodi satu dan anak yang satunya milih 3 prodi, dan yang diambil yang anak milih 1 program studi. Karena omongan ini, aku jadi Cuma milih 1 pilihan yaitu STATISTIKA-ITS. Aku yakin banget bisa keterima akhirnya aku finalisasi.

Jeng jeng jeng pengumunan tiba dan apa yang aku dapat, ternyata aku dinyatakan TIDAK LOLOS, TIDAK LOLOS looooooo, sakit banget. Harapanku kaya udah hilang, sirna. Dan hidupku kayak udah berhenti waktu itu. disitu aku benar-benar kecewa sedih muak marah bener-bener kaya orang gila, banyak banget orang yang prihatin sama kegagalanku. Dan aku dimarahin banyak guru bimbel karena Cuma milih satu prodi. Dan omongan temen aku belum tentu benar, tergantung anaknya ya kalau anaknya nilainya bagus ya pasti diambillah. Banyak juga kok temenku yang keterima dipilihan kedua ataupun ketiga. Dan sekolah ku yang keterima SNMPTN sekitar 70 anak. Ketika itu jumlah myrid kelas 12 ada sekitar 320 . aku ngiri banget sama mereka karena udah bisa masuk univ negri tanpa susah payah tes lagi. Jadi pesan aku percaya diri aja, kalua dikasih kesempatan 3 kenapa kita ciuma ambil 1. Yakinin diri dengan banyak berdoa. Doa orang tua itu manjur banget, perbanyak berbuat baik juga sama orang-orang, itu kuncinya. Semanagat yaaaaa pejuang SNMPTN. Selanjutnya aku akan bikin pengalaman SBMPTN aku. Ditunggu yaaaaaaaaaaa. ^_^

No comments:

Post a Comment